Terapi Asam Urat

Selain obat-obatan kimia, di Indonesia juga dikenal tanaman herbal yang terbukti dapat mengatasi asam urat. Umumnya, herbal tersebut telah digunakan masyarakat sejak lama.

Beberapa herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi asam urat, diantaranya :

1. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)

Tanaman ini dikenal sebagai diuretik yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit. Tanaman herbal kumis kucing ini mengandung garam kalium yang berkhasiat untuk melarutkan batu ginjal. Selain itu, sifat diuretik kumis kucing berguna untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urine. Kandungan sinensetinnya bersifat sebagai anti bakteri. Sebagai bagian tanaman kumis kucing ini dapat digunakan sebagai ramuan obat.

2. Sambiloto ( Adrographis panniculata)

Sambiloto mengandung beberapa senyawa flavonoid, alkane, keton, aldehid. Selain itu, sambiloto juga mengandung mineral seperti kalsium, kalium, dan natrium. Meski rasanya pahit, tanaman ini memiliki efek antiradang, penghilang nyeri atau analgesik dan juga penawar racun. Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh tanaman.

3. Sidaguri ( Sida rhombifolia )

Kandungan kimia dalam sidaguri adalah alkaloid, kalisum oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino. Minyak asiri, zat phlegamtic untuk ekspektoran, dan lubrikan.Akarnya mengandung alkaloid, steroid, dan aphredine. Sidaguri digunakan sebagai anti-radang, peluruh kencing dan penghilang rasa sakit. bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.

4. Daun Salam ( Eugenia polyanta )

Daun salam dikenal sebagai bumbu masak karena memiliki keharuman yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan. Daun salam mengandung minyak asiri, tannin dan flavonoid. Menurut Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma, daun salam banyak digunakan untuk pengobatan termasuk akar, kulit, dan buahnya yang dapat dimanfaatkan dari tanaman ini.

5. Meniran ( Phyllanthus niruri )

Meniran terkenal sebagai tanaman obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Meniran juga dikenal dapat membersihkan hati, antiradang, demam, peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh haid, menjernihkan penglihatan, serta menambah nafsu makan. Penelitian Panca Widyati dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Mei 2009 mengungkapkan bahwa ekstrak etanol dalam meniran dengan dosis 3,33 gr/kgBB (berat badan) mempunyai potensi yang sama dengan allopurinol (obat yang biasa digunakan untuk mengatasi hiperrurisemia) 10 mg/kgBB.

6. Lidah Buaya ( Aloe Vera )

Lidah buaya berkhasiat sebagai antiinflamasi, antijamur, antibakteri, dan membantu proses regenerasi sel. Lidah buaya juga dapat menurunkan kadar gula darah, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi penderita kanker dan HIV/AIDS.

7. Mengkudu ( Morinda citrifolia )

Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) dalam mengkudu sangat efektif sebagai zat antiradang dan antialergi. Literatur-literatur kedokteran pun melaporkan keberhasilan pengobatan dengan mengkudu pada kasus arthritis.

Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah mengkudu terhadap penyembuhan radang sendi pasien-pasiennya. Namun, Bloss menganjurkan kepada pasiennya untuk mengkonsumsi sari buah mengkudu sebagai makan tambahan/supmen bukan sebagai obat.

8. Tempuyung ( Sonchus arvensis )

Daun tempuyung yang bersifat diuretik bermanfaat sebagai penghancur batu ginjal. Selain itu, tempuyung juga digunakan sebagai obat memar benturan dengan cara menempelkannya pada bagian yang bengkak, menghilangkan lesu, dan pegal-pegal. Akar tempuyung mengandung senyawa flavonoid total kurang lebih sebanyak 0,5 %. Menurut Dr. Chairul, Apt. Msc., peneliti fitokimia dan tumbuhan obat asli Indonesia di Puslitbang Biologi LIPI, Bogor, salah satu jenis falvonoid di dalam tempuyung mempunyai potensi cukup baik dalam menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Flavonoid inilah yang dapat menghambat terbentuknya asam urat.

9. Sirsak ( Annona Muricata )

Sirsak dikenal sebagai “kantung asam” yang dapat mengatasi asam urat. Sirsak antara lain mengandung kalri, [rotein, kalsium, fsofori, vitamin a, B, C juga mengandung senyawa kafein, hydrocynic acid, myricyl alcohol, dan sterol. Adapun daun dan batang mengandung senyawa tannin, fitosterol, Ca-oksalat dan alkaloid murisine. Sirsak juga memiliki efek diuretik (peluruh kencing) melalui urine sehingga kadar asam urat dalam darah pun berkurang.


=====================================

>>> Obat Herbal Asam Urat Untuk Membantu Meredakan Pegal Linu, Nyeri Sendi Dan Membantu Menurunkan Kadar Asam Urat, Klik Detail Disni!
=====================================


This entry was posted in Terapi Asam Urat and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *